
SURABAYA – Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan imbauan. Gerakan nyata dari lingkungan terdekat perlu dilakukan bersama agar kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan menjadi kebiasaan masyarakat.
Semangat itulah yang diusung DPD Partai Gerindra Jawa Timur melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar serentak di 38 kabupaten/kota, Sabtu (17/10/2026).
Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Ferdians Reza Alvisa, mengatakan seluruh DPC Gerindra di Jawa Timur telah diinstruksikan untuk berpartisipasi. Kader diminta turun langsung melakukan aksi nyata menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di wilayah masing-masing.
“Kami memerintahkan seluruh DPC Partai Gerindra se-Jawa Timur untuk bergerak bersama dalam Gerakan Indonesia ASRI. Ini merupakan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah,” kata politikus yang akrab disapa Alvis itu, Jumat (16/10).
Menurut Alvis, kegiatan dilaksanakan di berbagai lokasi sesuai wilayah masing-masing DPC. Gerakan ini membawa semangat kompak, bergerak, dan berdampak, dengan menjadikan lingkungan sekitar sebagai titik awal perubahan.
“Pesannya sederhana, kompak, bergerak, dan berdampak. Kita mulai dari lingkungan sekitar. Kalau dilakukan bersama-sama, gerakan kecil ini bisa memberikan dampak besar terhadap kebersihan dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Alvis menegaskan, menjaga lingkungan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau agenda satu hari. Konsistensi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar budaya hidup bersih dan sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Harapannya, semangat menjaga lingkungan ini tidak berhenti pada 17 Oktober saja. Mari kita mulai dari lingkungan masing-masing dan dilakukan secara konsisten untuk Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” pungkasnya.
Melalui gerakan serentak di 38 daerah tersebut, Gerindra Jatim berharap semangat gotong royong semakin kuat dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Ukuran keberhasilan gerakan ini bukan sekadar ramainya kegiatan, melainkan keberlanjutan aksi dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Riko Abdiono