
Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet berlagak bisa alias mulai omon omon mengatasi problem bawang putih. Omon omon itu adalah skema dua jalur melalui penguatan pendampingan budidaya dan riset terapan untuk mempercepat peningkatan produksi bawang putih nasional secara berkelanjutan.
"Langkah ini diarahkan untuk memastikan program berjalan di lokasi yang tepat, didukung teknologi siap pakai, serta mampu meningkatkan keterampilan petani dan produktivitas secara berkelanjutan," kata Wamentan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (31/10).
Dia menekankan perlunya kolaborasi lintas lembaga untuk menyusun program pengembangan bawang putih secara terukur.
Menurut Alim, program harus bertumpu pada kesiapan pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar potensi atau peluang yang belum teruji.
"Yang kita butuhkan adalah inovasi yang betul-betul siap diterapkan, bukan yang masih sebatas potensi. Karena skalanya besar, kita harus memastikan teknologi dan rencana yang dipilih benar-benar bisa mendukung pencapaian target," ujar Wamentan.
Alim menjelaskan, skema peningkatan produksi akan dijalankan melalui dua jalur yang saling melengkapi. Jalur pertama berfokus pada percepatan budidaya melalui penetapan lokasi, penyusunan kalender tanam, pemetaan kebutuhan petani, serta pendampingan teknis.
Jalur kedua diarahkan pada riset dan kajian untuk meningkatkan produktivitas, mutu hasil, efisiensi penggunaan input, dan daya saing bawang putih.
Pada jalur pertama, Wamentan meminta lokasi pengembangan dan jadwal tanam dirinci agar dukungan pemerintah dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Jalur kedua akan memperkuat riset dan kajian untuk menjawab tantangan produksi bawang putih dalam jangka pendek maupun panjang.
Melalui skema dua jalur tersebut, Kementerian Pertanian mendorong agar pengembangan bawang putih dapat berdampak sehingga mencapai swasembada yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto dalam tiga tahun ke depan. Antara