Astacita, Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan armada dan pelayanan penumpang di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026). Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kelancaran pergerakan masyarakat pada puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam kunjungannya, Seskab Teddy menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang kembali ke Ibu Kota. Ia juga mengapresiasi kesiapan petugas di lapangan yang tetap siaga selama masa libur lebaran.
Pemerintah secara resmi mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu kepulangan secara bijak. Berdasarkan data pergerakan kendaraan, pemudik disarankan untuk kembali pada rentang tanggal 25 hingga 27 Maret 2026.
Pemilihan waktu tersebut diharapkan dapat memecah konsentrasi volume kendaraan sehingga tidak terjadi penumpukan luar biasa di gerbang-gerbang tol utama menuju Jabodetabek, seperti Gerbang Tol Cikatama dan Kalikangkung.
"Kami menyarankan masyarakat untuk kembali lebih awal atau setelah puncak arus balik jika memungkinkan. Kerja sama pemudik dalam mengatur jadwal sangat membantu petugas dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di lokasi.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pengaturan arus balik tahun 2026 ini telah terintegrasi penuh dengan sistem monitoring real-time. Teknologi ini memungkinkan pusat kendali ( Command Center ) untuk memantau titik kepadatan di terminal dan ruas jalan tol secara akurat.
Sistem ini juga terhubung dengan aplikasi navigasi populer yang digunakan masyarakat, sehingga pengalihan arus atau skema rekayasa lalu lintas dapat diinformasikan secara langsung kepada pengemudi dalam hitungan detik.
Selain meninjau arus kendaraan, rombongan juga mengecek kelaikan jalan ( ramp check ) sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan memeriksa kesehatan para pengemudi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah kepadatan arus balik.