Company Logo
Logo

Join Our Community

Get access to exclusive content and features

Login
Marak Kecurangan UTBK SNBT 2026, Psikolog Ungkap Faktor Pendorong Peserta Berbuat Curang

Marak Kecurangan UTBK SNBT 2026, Psikolog Ungkap Faktor Pendorong Peserta Berbuat Curang

Written By: Fatwa Bawahsi In Pendidikan

23 Apr 2026 | 7 views

Jakarta, Astacita — Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 diwarnai berbagai praktik kecurangan yang terjadi di sejumlah perguruan tinggi. Pada hari pertama ujian, temuan pelanggaran dilaporkan muncul di Universitas Diponegoro (Undip), UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Beragam modus digunakan oleh peserta untuk memperoleh keuntungan secara tidak sah. Beberapa di antaranya berpura-pura datang terlambat guna mencari celah, memanfaatkan dokumen palsu dengan tingkat pemalsuan yang canggih, menggunakan jasa joki, hingga menyembunyikan perangkat komunikasi kecil di dalam telinga.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan: mengapa praktik kecurangan masih terjadi, meski risiko yang dihadapi cukup besar?

Psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa tindakan curang tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri individu maupun tekanan lingkungan sekitar.

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah lemahnya nilai moral dalam diri seseorang. Individu yang terbiasa melanggar aturan cenderung tidak menganggap kecurangan sebagai sesuatu yang salah, sehingga lebih mudah melakukan tindakan tersebut demi mencapai tujuan.

Selain itu, rendahnya rasa percaya diri juga menjadi pemicu. Peserta yang meragukan kemampuan diri sendiri cenderung mencari jalan pintas agar tetap mendapatkan hasil maksimal, meskipun dengan cara yang tidak sesuai aturan.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah tekanan eksternal. Tuntutan untuk meraih hasil tinggi, baik dari keluarga maupun lingkungan, dapat mendorong seseorang mengambil langkah instan. Kekhawatiran akan konsekuensi seperti hukuman, kekecewaan orang tua, atau tekanan sosial membuat sebagian peserta memilih cara yang keliru.

Kasus kecurangan dalam UTBK SNBT 2026 ini menjadi pengingat bahwa integritas dalam dunia pendidikan masih menjadi tantangan serius. Diperlukan penguatan nilai kejujuran serta dukungan lingkungan yang sehat agar peserta mampu mengandalkan kemampuan sendiri tanpa harus menempuh cara-cara yang melanggar aturan.

orang menyukai artikel ini

Fatwa Bawahsi

Astacita.co

fatwabawahsi26@gmail.com

Tulis Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!