Company Logo
Logo

Join Our Community

Get access to exclusive content and features

Login
Melejit ke Posisi 11 Dunia, Investor Indonesia Kian Gandrungi Aset Kripto Berbasis AI

Melejit ke Posisi 11 Dunia, Investor Indonesia Kian Gandrungi Aset Kripto Berbasis AI

Written By: Fatwa Bawahsi In Crypto

21 Mar 2026 | 2 views

Astacita.com – Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital global. Laporan terbaru yang dirilis oleh CoinGecko pada Jumat (20/3/2026) mengungkapkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat ke-11 dunia dalam kategori minat pasar terhadap aset kripto berbasis Artificial Intelligence (AI).

Lonjakan ini menandai pergeseran tren investasi di tanah air, di mana para investor ritel mulai melirik token-token yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan seperti Fetch.ai (FET), Render (RNDR), dan SingularityNET (AGIX).

Tingginya minat ini tidak lepas dari masifnya adopsi AI generatif di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari sektor korporasi hingga kreator konten lokal. Penggunaan alat bantu AI dalam pekerjaan sehari-hari menciptakan tingkat pemahaman dan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap proyek-proyek blockchain yang menawarkan solusi berbasis AI.

"Indonesia saat ini merupakan pasar paling progresif untuk sektor AI di Asia Tenggara. Masyarakat kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga sangat aktif dalam mencari peluang investasi di balik infrastruktur AI tersebut," tulis laporan dari Ajaib Kripto.

Selain faktor domestik, euforia dari berbagai konferensi teknologi dan AI tingkat global yang berlangsung di awal tahun 2026 turut memberikan sentimen positif. Inovasi pada perangkat keras (hardware) AI dan model bahasa besar (Large Language Models) telah mendorong spekulasi positif bahwa aset kripto AI akan menjadi penggerak utama (narrative driver) pasar kripto di sepanjang tahun ini.

Para analis dari CNBC Indonesia mencatat bahwa volume transaksi harian untuk kategori token AI di bursa lokal mengalami kenaikan signifikan dibandingkan aset kripto konvensional lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa investor lokal semakin selektif dan berbasis pada fundamental teknologi dalam memilih aset.

Meski berada di peringkat atas global, para ahli mengingatkan pentingnya edukasi risiko. Mengingat volatilitas aset kripto AI seringkali dipengaruhi oleh berita perkembangan teknologi yang sangat cepat, investor diharapkan tetap waspada terhadap potensi spekulasi berlebih.

Dengan pencapaian ini, Indonesia kini dipandang sebagai hub potensial bagi pengembang proyek Web3 dan AI yang ingin melakukan ekspansi di kawasan Asia Pasifik.

orang menyukai artikel ini

Fatwa Bawahsi

Astacita.co

fatwabawahsi26@gmail.com

Tulis Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh admin.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!