Astacita.com – Memasuki minggu kedua Maret 2026, fokus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbagi menjadi dua agenda strategis besar: reformasi tata kelola jangka panjang dan kesiapan operasional menghadapi hari raya. Dua isu utama yang kini menjadi sorotan publik dan media adalah langkah governance reset melalui Danantara serta pengaktifan Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.
Danantara dan Misi Menarik Investor Global
Lembaga pengelola aset BUMN, Danantara, kini tengah gencar melakukan reorganisasi tata kelola besar-besaran. Langkah ini disebut sebagai governance reset yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi di tubuh perusahaan-perusahaan pelat merah. Target utamanya jelas: memperkuat fundamental BUMN agar lebih kompetitif di kancah internasional dan menarik arus investasi global ke Indonesia.
Transformasi ini dinilai krusial untuk mengubah persepsi investor terhadap manajemen BUMN yang selama ini dinilai birokratis. Dengan tata kelola yang lebih bersih dan modern, Danantara optimistis dapat mempercepat pertumbuhan aset dan kontribusi BUMN terhadap APBN.
Satgas RAFI 2026 Mulai Bekerja: Pangan dan Energi Dijamin Aman
Secara operasional di lapangan, BUMN juga sedang bersiap menghadapi lonjakan permintaan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri 2026. BUMN-BUMN sektor strategis, terutama Pertamina dan Bulog, telah resmi mengaktifkan Satgas RAFI 2026.
Kesiapan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi, stok pangan pokok (terutama beras dan minyak goreng) yang dikelola Bulog dilaporkan dalam kondisi aman, bahkan diproyeksikan mencukupi kebutuhan hingga 324 hari ke depan. Sementara itu, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di seluruh jalur mudik dan area pemukiman dalam kondisi prima, didukung oleh infrastruktur distribusi yang telah diperkuat.
Aktivasi Satgas RAFI ini merupakan komitmen konkret BUMN untuk memastikan kenyamanan ibadah masyarakat dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok sepanjang momen penting tersebut.