Astacita.com – Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, terus mengebut penyelesaian proyek strategis nasional Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan kemajuan per 12 Maret 2026, proyek ini telah menunjukkan progres signifikan dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Semester I tahun ini.
Memutus Rantai Ekspor Bijih Mentah
Penyelesaian smelter ini merupakan tonggak sejarah bagi industri pertambangan tanah air. SGAR Mempawah dirancang untuk menjembatani rantai pasok antara bijih bauksit di hulu dengan pabrik peleburan aluminium di hilir. Dengan beroperasinya fasilitas ini, Indonesia tidak perlu lagi mengekspor bauksit mentah ke luar negeri hanya untuk mengimpor kembali dalam bentuk alumina.
"Progres di lapangan berjalan sesuai timeline. Per 12 Maret ini, kami fokus pada tahap commissioning akhir. Ini adalah bukti komitmen MIND ID dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghentikan total ekspor bijih mentah dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri," ungkap perwakilan manajemen MIND ID.
Memperkuat Cadangan Devisa dan Kemandirian Ekonomi
Langkah hilirisasi ini diproyeksikan akan memberikan dampak masif terhadap penguatan cadangan devisa negara. Dengan mengolah bauksit menjadi alumina secara domestik, potensi kehilangan nilai ekonomi akibat ekspor bahan mentah dapat ditekan, sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru di wilayah Kalimantan Barat.
Proyek yang dikelola oleh anak usaha MIND ID, PT Inalum dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), ini juga menjadi bagian dari ambisi besar pemerintah dalam membangun ekosistem industri hijau. Alumina yang dihasilkan nantinya akan menjadi bahan baku utama komponen kendaraan listrik dan industri konstruksi masa depan.
Optimisme di Tengah Tantangan Global
Meski kondisi ekonomi global masih fluktuatif, konsistensi MIND ID dalam menuntaskan proyek SGAR menunjukkan posisi tawar Indonesia yang semakin kuat di rantai pasok mineral kritis dunia. Keberhasilan ini diharapkan menjadi katalisator bagi proyek hilirisasi mineral lainnya seperti nikel dan tembaga yang juga sedang dalam tahap ekspansi.