Ketua Federal Reserve Jerome Powell dari awal hingga pertengahan Mei 2025 menegaskan pendekatan yang lebih hati-hati namun mantap tetap mantap di tengah latar belakang ekonomi yang beragam dan secara umum solid.
Dalam konferensi pers pada 7 Mei 2025, Powell menjelaskan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga yang mencerminkan penilaian risiko yang seimbang. Ia menyoroti bahwa ekonomi tumbuh dengan kecepatan yang solid di tahun 2024 dan hanya sedikit melemah pada kuartal pertama tahun 2025, terutama karena perubahan dalam ekspor neto akibat penyesuaian impor sebelum pengenaan tarif impor baru. Meskipun ada distorsi, permintaan domestik tetap kuat. Powell menyebut kebijakan moneter saat ini cukup ketat namun fleksibel untuk menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi di masa mendatang.
Terkait langkah ke depan, Powell menekankan bahwa The Fed akan bersabar dan bergantung pada data. Meski ada tanda-tanda awal PHK di sektor tertentu, pasar tenaga kerja tetap kuat dengan upah naik dan klaim pengangguran stabil. Pendekatan ini mencerminkan upaya menyeimbangkan risiko inflasi dan pengangguran, tanpa tergesa menaikkan atau menurunkan suku bunga.
Di luar kebijakan moneter, Powell dalam pidatonya di Universitas Princeton menyoroti pentingnya kepemimpinan, tanggung jawab, dan pelayanan publik—cerminan pandangannya terhadap peran The Fed dalam menjaga kesejahteraan ekonomi jangka panjang.
Intinya, Powell menyampaikan pesan kewaspadaan mantap: ekonomi AS tetap kuat, inflasi membaik tapi belum sepenuhnya terkendali, dan The Fed siap bertindak sesuai kebutuhan dengan pendekatan sabar dan berbasis data—sejalan dengan tantangan ekonomi pasca-pandemi dan kondisi geopolitik 2025.